Sabtu, 25 Juni 2011

Uji Kualitas Produk Air Minum Pada Depot Air Minum Isi Ulang


Mikrobiologi
Uji Kualitas Produk Air Minum Pada Depot Air Minum Isi Ulang
Karya Tulis ini disusun sebagai Tugas Akhir Praktikum


 







Disusun oleh :
Ivva Yusnia (09.049)
Muhamad  Rudi (09.064)
Maria Conchita Indryani (09.057)
Noviana Rengga (09.071)
Ratih Murdianti (09.075)
Vivin Arista (09.091)

AKADEMI FARMASI PUTRA INDONESIA MALANG
Mei 2010

            Syukur alhamdullillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Tugas Akhir Praktek Mikrobiologi yang berjudul “Uji Kualitas Produk Air Minum Pada Depot Air Minum Isi Ulang di kota Batu”. 
         Adapun tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk lebih memahami, mengetahui, menambah wawasan dan mengaplikasikan ilmu yang telah di dapat selama kuliah, selain itu juga untuk memenuhi persyaratan dari mata kuliah praktek mikrobiologi.
Sehubungan dengan terselesainya tugas akhir ini, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, yakni :
1.       Bapak Sofyan Hadi, selaku dosen mikrobiologi  yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
2.      Orang tua yang telah membantu memberikan saran dan juga dukungan baik materi maupun bukan materi.
3.      Teman-teman yang telah membantu memberi masukan, baik kritik maupun saran yang bermanfaat dalam penulisan tugas akhir ini.
4.      Pihak-pihak lain yang telah membantu yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
         Kami menyadari sepenuhnya bahwa tugas akhir  ini masih mempunyai banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran akan sangat kami harapkan dari para pembaca agar tugas akhir ini dapat diperbaiki menjadi  lebih baik lagi. 
Malang, Mei 2010
                                                                                                            
Penulis
DAFTAR ISI


BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Air merupakan komponen penting dalam kehidupan. Bagi makhluk hidup air merupakan salah satu bahan nutrisi untuk dapat bertahan hidup. Makhluk hidup tak akan dapat bertahan hidup tanpa air. Fungsi air bagi tubuh adalah untuk pengaturan temperature badan, pengangkutan bahan nutrisi lainnya dan turut juga dalam berbagai reaksi kimia dalam tubuh. Namun, jenis air yang seperti apa yang bisa dikonsumsi dan tidak akan mengganggu kesehatan tubuh? Tentu saja air yang melalui proses pemasakan atau pemanasan hingga mendidih. Tujuan dilakukannya pemasakan ialah agar mikroorganisme-mikroorganiseme pathogen yang ada dalam air tersebut mati. Selain proses pemasakan, masih banyak lagi cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan air yang digunakan sebagai air minum, salah satunya adalah dengan proses penyaringan.
Di pasaran, banyak jenis air isi ulang yang beredar, mulai dari air isi ulang yang mahal dan berlabel hingga air isi ulang yang murah dan tidak memiliki label. Dan juga air isi ulang yang telah terdaftar secara resmi di Badan POM (Badan Penelitian Obat makanan dan Minuman) hingga minuman yang kurang jelas asal usul serta keamanannya. Untuk air isi ulang yang telah terdaftar dan memiliki nomor registrasi, tingkat keamanan dan kebersihannya dapat dipastikan sehingga masyarakat dapat dengan tenang mengkonsumsi air mineral tersebut. Bagaimana dengan air isi ulang yang tidak memiliki nomor registrasi dan harga yang sangat  murah dibandingkan dengan air isi ulang yang telah resmi terdaftar dan memiliki harga yang cukup tinggi ? Apakah air isi ulang tersebut layak dikonsumsi dan bebas dari bakteri koliform?



I.2 Pembatasan Masalah
Adapun masalah yang ingin penulis selesaikan melalui penulisan makalah ini adalah :
1.      Apa yang dimaksud dengan air minum dan air minum isi ulang?
2.      Apa manfaat air minum?
3.      Apakah air isi ulang yang banyak beredar di masyarakat telah layak untuk dikonsumsi?

I.3 Rumusan Masalah
Dari pembatasan masalah yang telah penulis sampaikan di atas, dapat diperoleh satu rumusan masalah yakni :
“Apakah air minum isi ulang bebas dari bakteri koliform sehingga layak untuk dikonsumsi ?”

I.4 Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1.      Mengetahui tentang air minum dan air minum isi ulang.
2.      Mengetahui manfaat dan kelebihan air isi ulang.
3.      Mengetahui kehigienisan dan mutu produksi air minum isi ulang di masyarakat.

I.5 Manfaat
Adapun manfaat yang diharapkan penulis dari penelitian ini adalah :
1.      Bagi penulis
a.       Dapat menambah pengalaman penulis dalam pembuatan karya tulis.
b.      Dapat menambah pengetahuan penulis, terutama mengenai air minum isi ulang.
c.       Dapat ikut meluruskan persepsi masyarakat yang salah tentang air minum isi ulang.


2.      Bagi pembaca dan masyarakat
a.       Dapat mengetahui bagaimana proses pembuatan air minum isi ulang.
b.      Dapat ikut mensosialisasikan mengenai air isi ulang yang layak dikonsumsi.




















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Air Minum
Air minum adalah air yang digunakan untuk konsumsi manusia. Menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna tidak mengandung mikroorganisme berbahaya, dan tidak mengandung logam berat. Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan ataupun tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.
Menurut dua standar nasional yang mengatur kualitas air minum, yaitu SNI 01 3553 - 1996 (Standar Nasional Indonesia) dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan, serta Peraturan Menteri Kesehatan No 907/Menkes/SK/VII/2002, air minum harus memenuhi persyaratan tingkat kontaminasi nol untuk keberadaan bakteri koliform.

II.2 Bakteri Koliform
Koliform merupakan suatu grup bakteri berbentuk koli (batang) yang digunakan sebagai indikator adanya polusi, kotoran, dan kondisi sanitasi yang tidak baik pada air, susu, produk-produk susu dan makanan. Bakteri koliform merupakan parameter mikrobiologis terpenting kualitas air minum. Kelompok bakteri koliform ini terdiri atas Eschericia coli, Enterobacter aerogenes, Citrobacter fruendil, dan bakteri lainnya. Meskipun jenis bakteri ini tidak menimbulkan penyakit tertentu secara langsung, tetapi keberadaannya di dalam air minum menunjukkan tingkat sanitasi yang rendah. Oleh karena itu, dipersyaratkan bahwa air minum harus bebas dari bakteri semua jenis coliform.
Semakin tinggi tingkat kontaminasi bakteri koliform maka akan semakin tinggi pula resiko kehadiran bakteri-bakteri patogen lain yang biasa hidup dalam kotoran manusia dan hewan. Salah satu contoh bakteri patogen yang kemungkinan terdapat dalam air yang terkontaminasi kotoran manusia atau hewan berdarah panas adalah Shigella, yaitu mikroba penyebab gejala diare, demam, kram perut, kedinginan, dan muntah-muntah. Jenis bakteri coliform lainnya, E. coli 0:157:H7, bersifat patogen dan juga dapat menyebabkan diare atau diare berdarah, kram perut, mual, dan rasa tidak enak badan.
E. coli merupakan bakteri yang berasal dari kotoran hewan maupun manusia sedangkan E. aerogenes biasanya di temukan pada hewan atau tanaman-tanaman yang telah mati. Untuk mengetahui jumlah koliform di dalam contoh biasanya digunakan metode MPN (Most Probable Number) dengan cara fermentasi tabung ganda. Metode ini lebih baik bila di bandingkan dengna metode hitungan cawan karena lebih sensitif dan dapat mendeteksi koliform dalam jumlah yang sangat rendah di dalam contoh. Metode lainnya yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan menghitung koliform adalah metode milipore membrane-filter (MF) yang dapat mendeteksi dan menghitung koliform.

Berdasarkan sifat koliform, maka bakteri ini dapat memfermentasikan laktosa menjadi asam dan gas yang dideteksi oleh berubahnya warna dan gas dalam tabung durham. Nilai MPN ditentukan dengan kombinasi jumlah tabung positif (terbentuknya gas) tiap serinya setelah diinkubasi.

II.3 Prosedur Penelitian
Uji Kualitas Air
Uji kualitatif koliform secara lengkap terdiri dari tiga tahap yaitu ; uji penduga,  uji penguat, uji pelengkap. Uji penduga juga merupakan uji kualitatif koliform menggunakan metode MPN. Metode ini digunakan untuk menentukan adanya kandungan koliform dalam suatu sampel air. Uji kualitatif koliform tidak harus selalu di lakukan secara lengkap, tergantung dari berbagai faktor misalnya waktu, mutu contoh yang di uji, biaya, tujuan analisis, dan factor-faktor lainya.

1.      Uji Penduga Koliform.
Uji MPN adalah uji penduga koliform yang juga merupakan uji kualitatif koliform pada sampel air (jumlah koloni koliform dinyatakan dalam MPN). Media yang digunakan dalam uji MPN adalah media cair dalam tabung reaksi, dimana perhitungan dilakukan berdasarkan jumlah tabung positif yang ditumbuhi mikroba setelah diinkubasi pada suhu dan waktu tertentu. Pengamatan tabung positif dapat dilihat pada terbentuknya gas atau tidak pada tabung durham. Untuk analisis air, dalam uji penduga digunakan Lactosa Broth (LB). Inokulasi dilakukan dengan melakukan pengenceran 1 ml sampel dalam pepton 9 ml dan dimasukkan dalam media LB 5 ml.  Inkubasi dilakukan pada suhu 35O C selama 24-48 jam dan tabung dinyatakan positif bila terbentuk gas sebanyak 10 % atau lebih dari volume di dalam tabung Durham. Tabung yang tidak menunjukan terbentuknya gas diperpanjang lagi inkubasinya hingga 48 jam. Jika tetap tidak terbentuk gas, dihitung sebagai tabung negatif. Jumlah tabung yang positif dihitung pada masing-masing seri. MPN penduga dapat di hitung dengan melihat table MPN 3 tabung.
clip_image002
2.      Uji Penguat.
Terbentuknya gas pada tabung durham dalam Lactosa Broth (LB) tidak selalu menunjukkan jumlah koliform karena kemungkinan terdapat mikroba pemecah laktosa yang lain, seperti bakteri asam laktat dan khamir tertentu. Oleh karena itu, perlu dilakukan uji penguat koliform yang menggunakan media BGLBB (Brilliant Lactose Bile Broth). Inokulasi dilakukan dengan memipet 1 ml sampel dari tabung LB yang menunjukkan hasil positif (terbentuknya gas). Masing-masing diinokulasi ke dalam media BGLBB. Inkubasi di lakukan pada suhu 35o C selama 24-48 jam dan tabung dinyatakan positif bila terbentuk gas sebanyak 10 % atau lebih dari volume didalam tabung Durham. Tujuan dari uji penguat adalah untuk mengetahui apakah benar terdapat koliform dalam sampel.
3.      Uji pelengkap.
Uji pelengkap dilakukan pada agar miring EMB dan media cair Lactosa Broth (LB). Dengan Menggunakan jarum ose, sampel dari tabung MPN yang menunjukan uji penguat positif (terbentuk gas) masing-masing diinokulasikan pada agar miring EMB dengan cara goresan langsung. Untuk media LB, inokulasi dilakukan dengan memipet 1 ml sampel dari tabung BGLBB yang menunjukkan hasil positif (terbentuknya gas).  Semua tabung diinkubasikan pada suhu 35o C selama 24 jam dan diamati pertumbuhan dan pembentukan gas di dalam Lactosa Broth (LB).










BAB III
METODE PENELITIAN

III.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Putra Indonesia Malang pada bulan April sampai Mei 2010.

III.2 Bahan dan Alat Penelitian
a)      Bahan Penelitian
·      Lactosa Broth (LB)
·      Brillian Green Bille Broth (BGLBB)
·      EMB
·      Pepton
·      Air minum isi ulang
Perhitungan bahan :
·      Lactosa Broth (LB) penduga
Untuk satu sampel : 9 tabung * 5 ml = 45 ml
                              = 13g / 1000ml * 45ml
                                                   = 0,585g = 585 mg
·      BGLBB
Tabung positif : 4 tabung = 4 * 5 ml = 20 ml
                                         = 28g/1000ml  * 20 ml
  = 0,56 g = 560 mg

·      EMB
Tabung positif   : 4 tabung = 5 * 9 ml = 45 ml

Sukrosa              : 54g/1000ml * 45 ml = 2,43 g
K2HPO4.H2O     : 2g/1000ml * 45 ml = 0,09 g = 90 mg
Agar                   : 13,5g/1000ml * 45 ml = 0,6075 g = 607, 5 mg
Eosin                  : 0,4g/1000ml * 45 ml = 0,018 g = 18 mg
Metylen Blue     : 0,065g/1000ml * 45 ml = 0,003 g = 3 mg
·      Pepton :
3 tabung pengencer =  3 * 9 ml
                                = 27 ml pepton 0,01 %
                                = 0,01 g / 100 ml * 27 ml
                                = 0,0027 g / 27 ml
                                = 2,7 g / 27 ml
·      Lactosa Broth (LB) pelengkap
Tabung positif : 4 tabung = 4 * 5 ml = 20 ml
     = 13g / 1000ml * 20 ml
     = 0,26 g = 260 mg

b)     Alat
·         16 tabung reaksi ( 3 tabung untuk pepton, 4 tabung untuk LB ,  4 tabung untuk BGLBB, 5 tabung untuk EMB )
·         1 buah jarum ose
·         1 buah lampu spiritus
·         2 buah batang pengaduk
·         10  buah blutip
·         3 buah beker galass
·         1 buah gelas ukur 100 ml
·         1 buah gelas ukur 10 ml
·         1 buah pipet volume 1 ml
·         2 buah kaki tiga
·         2 buah asbes
·         8 buah tabung durham

III.3 Prosedur Penelitian
a)      Uji Penduga
·         Menimbang bahan-bahan sesuai yang tertera di atas
·         Membuat media pepton dengan memasak sampai mendidih dan tuang dalam 3 tabung reaksi @ 9 ml
·         Membuat media LB, kemudiaan masak sampai mendidih dan tuang dalam 9 tabung reaksi @ 5 ml, dari setiap tabung diambil sedikit dan dimasukkan dalam tabung durham
·         Melakukan sterilisasi alat dan bahan
·         Melakukan pengenceran pada tabung reaksi 1 berisi pepton dengan cara memipet 1 ml sampel dan dimasukkan dalam media pepton 9 ml dan homogenkan,  dan masing-masing tingkat pengenceran dimasukkan dalam 3 tabung berisi media LB @ 1 ml ( 3 tingkat pengenceran)
·         Setiap media diinkubasikan pada suhu 37oC  selama 1 sampai 2 x 24 jam
·         Mengamati tabung durham, bila timbul gas lakukan uji penegas
b)     Uji Penegas
·         Menimbang bahan untuk BGLBB
·         Membuat media dengan  memasak BGLBB sampai mendidih dan tuang dalam  tabung reaksi @ 5ml  dan mengambil sedikit media untuk dimasukkan dalam tabung durham
·         Sterilisasi alat dan bahan
·         Memipet 1 ml pada tabung yang positif dimasukkan dalam tabung berisi media BGLBB
·         Setiap media diinkubasikan pada suhu 37oC  selama 1 sampai 2 x 24 jam
·         Mengamati tabung durham, bila timbul gas lakukan uji pelengkap

c)      Uji Pelengkap
·         Menimbang bahan untuk  EMB
·         Membuat media dengan memasak media hingga mendidih dan membagi dalam setiap tabung masing-masing 9 ml.
·         Sterilisasi alat dan bahan
·         Media EMB dimiringkan hingga dapat membentuk media miring
·         Menginokulasikan sampel yang positif ke dalam media EMB (secara aseptis)
o   Pijarkan kawat ose sampai membara di atas api
o   Biarkan ose dingin sebelum mengambil sampel yang akan dipindah
o   Mengambil sampel lalu digoreskan pada media miring
·         Setiap media diinkubasikan pada suhu 37oC  selama 1 sampai 2 x 24 jam
·         Amati pertumbuhan bakteri pada media EMB.















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Uji Penduga
Volume
MPN / 1000 ml
10-1
10-2
10-3
10
2 tabung (+)
1 tabung (+)
1 tabung (+)

·         Sampel : Air isi ulang toko X
·         Waktu : 1 x 24 jam
·         Media : Lactose Broth

Pembahasan :
Dalam waktu 1 x 24 jam uji penduga ini menghasilkan formula 2-1-1 dengan gas pada pengenceran 10-1 sebanyak 2 tabung, pengenceran 10-2 sebanyak 1 tabung dan pengenceran 10-3 sebanyak 1 tabung

IV.2 Uji Penegas
Volume
MPN / 1000 ml
10-1
10-2
10-3
10
2 tabung (+)
1 tabung (+)
1 tabung (+)

·         Sampel : Air isi ulang toko X (lanjutan dari media LB)
·         Waktu : 1 x 24 jam
·         Media : BGLBB



Pembahasan :
Dalam waktu 1 x 24 jam uji penegas ini menghasilkan gas pada pengenceran 10-1 sebanyak 2 tabung, pengenceran 10-2 sebanyak 1 tabung dan pengenceran 10-3 sebanyak 1 tabung. Hal ini menunjukkan bahwa sampel X mengandung bakteri koliform.

IV.3 Uji Pelengkap
Pembahasan :
Sampel yang positif (menghasilkan gas) pada media BGLBB dipindahkan pada agar miring (media EMB). Pada media tersebut ditimbuhi oleh koloni bakteri berwarna hijau.





















BAB V
PENUTUP

V.1 Kesimpulan
        Dari hasil pengamatan yang diperoleh, diketahui bahwa air minum isi ulang pada toko X memiliki nilai MPN 10. Hal itu menunjukkan bahwa air minum tersebut tidak layak untuk dikonsumsi dan mengandung bakteri koliform yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia apapun jenis bakteri koliformnya.

V.2 Harapan dan Saran
        Dengan terselesainya karya tulis ini, kami sebagai penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat dan member informasi kepada masyarakat agar lebih hati-hati dalam memilih produk air minum isi ulang.














DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1997. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Jakarta : Balai Pustaka.
Waluyo, Lud. 2008. Teknik Dan Metode Dasar Dalam Mikrobiologi. Malang : UMM Press.

















LAMPIRAN

Tabel Uji MPN
Volume
MPN
10 ml
1 ml
0.1 ml
0
0
1
< 2
0
1
0
2
0
1
1
4
1
0
0
2.2
1
0
1
4.4
1
1
0
4.4
1
1
1
6.7
2
0
0
5
2
0
1
7.5
2
1
0
7.5
2
1
1
10
3
0
0
8.8
3
0
1
12
3
1
0
12
3
1
1
16
4
0
0
15
4
0
1
20
4
1
0
21
4
1
1
27
5
0
0
38
5
0
1
96
5
1
1
240




Skema Uji Penduga
Sampel

Lactose Broth (LB) (24 ± 2oC/35 ± 0,5 oC)


 


Gas dihasilkan                                       gas tidak dihasilkan/ meragukan inkubasi
Uji penduga (+)                                     lagi 24 jam(total±3 jam)  
                                                                                               
Gas dihasilkan                             gas tidak dihasilkan
                                                Uji pendugaan (+)                       Uji pendugaan (-)


Skema Uji Penegas
Sampel


Lactose Broth (LB) (24 ± 2oC/35 ± 0,5 oC)


 

Gas dihasilkan, pindahkan pada                        gas tidak dihasilkan/ meragukan BGLBB, inkubasi 48 + 3 jam                                 inkubasi lagi 24jam(total48±3 jam) pada 35±0,5oC






 


Gas dihasilkan             Gas tidak dihasilkan     Gas dihasilkan          Gas tidak dihasilkan
Uji penegasan (+)        Uji penegas (-)               Uji penegas (+)         Uji penegas (-)
Kelompok                   Kelompok                     Kelompok                 Kelompok
koliform(+)                  koliform (-)                    koliform (+)               koliform (-)


Skema Uji Pelengkap
Sampel


 

Lactose Broth (LB) (24 ± 2oC/35 ± 0,5 oC)


 

Gas dihasilkan, pindahkan pada                                       gas tidak dihasilkan/meragukan
BGLBB, inkubasi 48 + 3 jam                                           inkubasi lagi 24 jam(total 48±3 jam)
Pada 35±0,5oC           






 


Gas dihasilkan             Gas tidak dihasilkan               Gas dihasilkan          Gas tidak dihasilkan
Uji penegasan (+)        Uji penegas (-)                         Uji penegas (+)         Uji penegas (-)
Kelompok                   Kelompok                               Kelompok                 Kelompok
koliform(+)                  koliform (-)                              koliform (+)               koliform (-)


 


Koloni koliform spesifik tidak spesifik                                             Koloni (-)
pindahkan pada agar miring dan LB.                           Kelompok Koliform(-)
Agar miring diinkubasi selama 24-48 jam
dan LB 48 ± 3 jam pada suhu 35oC ± 0,5oC


 


Gas dihasilkan                                                                       Gas tidak dihasilkan
Pewarnaan Gram dari agar miring                                        Uji pelengkap (-)
                                                                                              Kelompok koliform (-)
 


Batang Gram (-), tidak ada spora                            Spora atau batang Gram (+) ada
Uji pelengkap: kelompok koliform ada                    Kelompok koliform tidak ada
Bila ada Gram (+) dan (-), ulang prosedur
Mulai (1.1)


      Sterilisasi  menggunakan Autoklaf                              Proses inkubasi


                       
       Pembuatan media LB                                        Pembuatan media EMB





Media miring EMB


Uji Penduga

Media LB pengenceran 10-1
Media LB pengenceran 10-2



Media LB pengenceran 10-3



Uji Penegas

 
Media BGLBB
Berturut-turut dari kiri ke kanan : pengenceran 10-1, pengenceran 10-1,
pengenceran 10-2, pengenceran 10-3

Uji Pelengkap
Media EMB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar